About

My photo
Cafe ini tercipta karena dorongan dan niat untuk selalu bersama dalam sebuah wadah kebersamaan,belajar, bercanda,tertawa,bermain dan berdiskusi akan banyak hal.. Kenapa dikasih nama Cafe Mamah? Saya sendiri tak dapat menjawabnya.. hehehe.. Apapun itu semoga segalanya menjadi awal yang baik.. Kami adalah sebuah keluarga baru.. semoga ini akan selamanya. Saya bangga bertemu dengan orang-orang hebat dan kreatif seperti kalian.. Bravo Kelas D.. Saya persembahkan Blog ini untuk kita semua (Warm Regards - Rahmadhany Ariyanto)
Daisypath Friendship tickers

cafemamah family tree

cafemamah family tree

Monday, December 13, 2010

Sari Fatimah Syam

Hari ini adalah 7 hari kepergian sahabat kami "Sari Fatimah Syam", duka itu masih terus ada, hanya keihklasanlah yang membuat kami kuat, dan terus tersenyum sembari menguntai doa-doa terbaik bagi dia.. Dia pergi di usia yg muda.. 27 tahun karena sakit yang tiba-tiba, vonis dokter untuknya terdengar "kejam" rasanya, pecah pembuluh darah di batang otak, seketika lutut kami terasa lemas, hanya air mata yg menetes perlahan tanpa diminta, kami sungguh sedih..
Hari itu 5 Desember 2010, setelah manasik haji di Al Azhar, kami sekelas bersama anak-anak berencana menuju cipete untuk ber"Abuba" ria.. tapi kami mendapat kabar bahwa Sari sedang terbaring koma, begitu mendadak rasanya, dan rencana ber"abuba" pun batal. Kami harus menjenguk Sari di ICU RS. Hermina Daan Mogot. Sepanjang jalan kami terus berfikir dan menduga-duga apa sebenarnya yg terjadi pada sari.. kenapa sampai dia Koma, parahkah, sungguh bingung dan mendebarkan... Hanya berharap segalanya baik-baik saja..
Sesampai disana, kami bertemu dengan kakak tertua Sari yang terlihat lemas dan lesu, dan dia pu bercerita bahwa ketika bangun di subuh kemarin, sari mengeluhkan sakit kepala yang sangat, dan akhirnya pingsan dan di bawa ke rumah sakit, dan itu adalah terakhir keluarga berkomunikasi dengan dia, karena setelah itu dia "Koma" sampai ketika dihari kami menjenguknya.. Keluarga sudah pasrah dan ikhlas, karena dokterpun tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu, semua organ tubuhnya menjadi tidak berfungsi, tinggal mengharapkan alat pacu jantung yang membuat dia masih bisa bernafas, dengan kata lain hanya jantungnya lah yang masih berfungsi.. Ya Rabb sungguh pilu rasanya mendengar hal ini, betapa sakit yg datang padanya dengan cepat menghilangkan senyum dari wajahnya yg manis dan putih bersih..
Kami dipersilahkan satu-satu  masuk ruangan ICU untuk mendoakan dia... dimulai dari Resty, Roma, Gusti, Aku, Tantri, Kwaci dan Kak Joko (Asep dan Ayu menyusul kemudian). Semua masuk dalam keadaan tegang dan keluar dengan wajah muram..
 Ya Allah.. suhu kamar ICU yg dingin, sama dinginnya dengan hati dan tubuhku, hanya bisa tertunduk lemas, dan memeluk ibunya dengan kasih, bertambah sedih melihat ibunya membacakan yasin dan sesekali menatap pasrah layar pacu jantung yg bergerak naik turun, kami hanya bisa menguatkan dan menenangkannya, meski hati kami pun tidak cukup kuat dan tenang melihat keadaan sari saat itu..
Setelah berdoa aku menepuk-nepuk kakinya dengan lembut dan mengatakan "bahwa Allah akan memberikan yg terbaik untuk mu Sari" keputusan apapun kami ikhlas.. karena hanya ikhlas lah yg akan menguatkan hati ibu, keluarga dan hati kami sahabat-sahabatnya. Hei Subhanaullah, dlm kondisi koma itu, air matanya mengalir.. Ya Allah, aku yakin pada saat itu dia tau kami ada didekatnya.. meski matanya terpejam dan di tutup dengan isolasi oleh dokter.
Tapi Allah SWT selalu punya rencana lain, sehari sebelum 1 Muharam 1432 H, tanggal 6 Desember 2010 pukul 11.13 wib, Sari pergi... pergi untuk selama-lamanya, انا لله وانا اليه راجعون
keluarga berduka, kelas kami berduka, Az Zawawi berduka, semua sahabat, rekan kerja, teman-teman berduka, kami kehilangan sosok sahabat yg baik.. Meski kemarin kami sudah mengikhlaskan apapun yang akan terjadi padanya, tp tetap saja, kepergiannya terasa bagai mimpi.. ternyata Allah SWT lebih menyanyangi Sari daripada kami semua. Hikmah bagi kami dan bagi kita yg masih hidup di dunia ini, bahwa suatu hari nanti kita akan kembali kepadaNya juga..
Sari dimakamkan hari itu juga setelah solat Ashar, aku dan Sisi menuju rumahnya di Kalideres, dan teman-teman kelas berjanji akan datang kerumahnya setelah jam kerja usai, kami ingin melihat Sari untuk yang terakhir kali, aku sempatkan melihat Sari dikafankan, Subhanuallah dia begitu cantik, tersenyum manis, seperti tidak merasakan sakit apapun, selanjutnya kami mengantar dia ke Peristirahatannya yg Terakhir.
Selamat jalan Sari, kau akan selalu ada dihati kami semua.. We Love You So Much..

No comments:

Post a Comment